Jakarta, 11 Februari 2025 – Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025 resmi dibuka dengan penuh khidmat di Hotel Milenium Jakarta. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGRI, yang diikuti oleh seluruh peserta dengan semangat nasionalisme yang tinggi.
Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan ucapan selamat datang, pembacaan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua Umum PB PGRI, serta laporan perjalanan konferensi yang memaparkan agenda utama organisasi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menegaskan bahwa PGRI akan terus berjuang untuk kepentingan organisasi dan kesejahteraan guru, termasuk memperjuangkan agar tunjangan guru tidak dihapuskan. Isu ini menjadi perhatian utama dalam konferensi, di mana para peserta akan membahas berbagai prinsip kerja nasional yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah.
Ibu Titiek Soeharto secara resmi membuka Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI Tahun Pertama Masa Bakti XXIII di Hotel Milenium Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi organisasi PGRI dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik serta mencari solusi nyata bagi tantangan dunia pendidikan Indonesia.
Dalam sambutannya, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa Konferensi Kerja Nasional PGRI bukan hanya sekadar ajang pertemuan, tetapi harus mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan pendidikan, termasuk peningkatan kesejahteraan guru dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.
🔹 Pentingnya Program Makan Siang Gratis
Ibu Titiek juga menyoroti program makan siang gratis yang diusung pemerintah. Menurutnya, program ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi belajar, sehingga berdampak positif bagi kualitas pendidikan nasional.
🔹 Dukungan terhadap UU Perlindungan Guru
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Undang-Undang Perlindungan Guru, yang diharapkan dapat melindungi tenaga pendidik dari ancaman dan tekanan yang tidak semestinya. Dengan adanya perlindungan hukum yang lebih kuat, guru akan semakin sejahtera, sementara siswa juga akan bebas dari perundungan (bullying), menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Ketua APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Provinsi Jawa Tengah bersama segenap Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
#Konkernas1#GuruBermutu#IndonesiaMaju#GuruHebat#IndonesiaKuat#Tahun2025#



0 Komentar