SEMARANG_Permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seperti
adanya perubahan di masa depan yang sulit diprediksi, rendahnya mutu pendidikan
yang mencakup : literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi dan
ketimpangan pendidikan, bonus demografi 2035 dan visi Indonesia 2045, serta kompetensi
masa depan yang diperlukan murid. Latar belakang tersebut mendorong APKS PGRI
Jawa Tengah untuk terus berupaya meningkatkan kompetensi guru. APKS PGRI Jawa
Tengah menggelar Pelatihan Strategi Inovatif : Perencanaan, Implementasi, dan
Refleksi Deep Learning dalam Pembelajaran. Pelatihan diselenggarakan
secara sinkronous melalui platform Zoom, Youtube dan asinkronous melalui Google
Classroom pada hari Senin dan Kamis tanggal 13, 17, 20 dan 24 Maret 2025. Narasumber
kegiatan pelatihan berasal dari pengurus APKS PGRI Jawa Tengah yaitu Dr. Titi
Piyatiningsih, M.Pd. dan Novi Andari Yasminingsih, S.Pd. M.Si.
"PGRI Jawa Tengah melalui Biro Pengembangan Profesi bekerja sama dengan APKS PGRI terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru saat ini." tutur Dr. Katarina Herwanti, M.Pd. selaku ketua APKS PGRI Jawa Tengah dalam sambutannya.
Pertemuan pertama pelatihan pada hari Kamis, 13 Maret 2025 dimoderatori
oleh Eka Yudha dari APKS PGRI Jawa Tengah dengan narasumber Novi Andari
Yasminingsih, S.Pd. M.Si. Secara garis besar Novi membahas tentang definisi,
kerangka, dan implementasi pembelajaran mendalam. Menurutnya definisi
pembelajaran mendalam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana dan proses pembelajaran berkesadaran,
bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah
raga secara holistik dan terpadu.
“Pembelajaran Mendalam bukan suatu kurikulum baru, namun sebuah pendekatan pembelajaran untuk melengkapi pendekatan sebelumnya.” kata Novi saat menjelaskan materinya.
Pembelajaran mendalam bertujuan untuk dapat mewujudkan Dimensi Profil
Lulusan yang terdiri dari Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kewargaan,
Kreativitas, Kemandirian, Komunikasi, Kesehatan, Kolaborasi, dan Penalaran
Kritis. Novi juga menyampaikan bahwa prinsip pembelajaran mendalam yaitu
bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Selain itu ia menyebutkan bahwa kerangka
pembelajaran pembelajaran mendalam terdiri dari praktis pedagogis, lingkungan
pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital. Menurutnya dari
referensi yang pernah ia baca bahwa pengalaman belajar dalam pendekatan deep
learning terdiri memahami,
mengaplikasi dan merefleksi.
“ Pengalaman belajar tersebut terintegrasi dalam proses pembelajaran dan bukan merupakan sebuah sintaks.” tuturnya.
Novi pun
menjelaskan tentang implementasi pembelajaran mendalam pada tahap cara
penyusunan rencana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deep learning.
Ia menjelaskan langkah penyusunan rencana pembelajaran dengan sangat detail.
Selama satu jam
Novi memaparkan materi dengan luar biasa, karena banyak pengetahuan baru yang
diperoleh oleh peserta pelatihan tentang pembelajaran mendalam. Peserta pun
juga sangat antusias untuk menggali lebih dalam tentang pembelajaran mendalam
melalui sesi tanya jawab yang dipandu oleh Eka Yudha.
Di akhir sesi
pelatihan, Novi menyampaikan penugasan yang harus dikerjakan peserta pada google
classroom untuk membuat rencana
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deep learning dengan format yang
sudah ditentukan. (EYA)
#APKS #PGRI
#Pelatihan #DeepLearning
1 Komentar
Maju terus APKS PGRI Jawa Tengah
BalasHapus