Semarang, Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di era digital, APKS PGRI Jawa Tengah sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Strategi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Dasar dan Menengah”. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diselenggarakan pada tanggal 30 April, 2, 5, dan 7 Mei 2025 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan ini terbuka dan gratis untuk semua guru, serta memberikan sertifikat sebanyak 32 Jam Pelajaran (JP), yang tentu saja menjadi nilai tambah dalam pengembangan profesi guru. Dengan kemasan pelatihan yang interaktif dan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan, kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Di era Revolusi Industri 4.0 dan menjelang era 5.0, penguasaan teknologi seperti pemrograman (koding) dan kecerdasan artifisial (AI) menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh para pendidik. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali strategi pembelajaran koding yang aplikatif untuk jenjang SD dan SMP, serta pemahaman tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan — baik sebagai alat bantu mengajar maupun sebagai materi ajar itu sendiri.
Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi yang berpengalaman dalam bidang teknologi pendidikan sekaligus pengurus APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah yaitu Slamet Hari Pambudi, S.Pd., Eka Yudha A, S.Pd.. Ardhi Nurwijaya, S.Pd. Mereka tidak hanya membagikan teori, tetapi juga menunjukkan langsung implementasi nyata AI dan koding di ruang kelas.
Komitmen APKS PGRI Jawa Tengah
Sebagai organisasi yang berfokus pada peningkatan kualitas guru, APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis) PGRI Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman. Melalui program-program pelatihan berkala seperti ini, APKS ingin memastikan bahwa para guru tidak tertinggal dalam arus perkembangan teknologi.
Ketua APKS PGRI Jawa Tengah Dr. Katarina Herwanti, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan, “Guru adalah ujung tombak perubahan. Jika guru menguasai teknologi, maka peserta didik akan lebih siap menghadapi dunia yang semakin digital.”
Antusiasme Peserta
Pelatihan yang diadakan secara daring melalui platform video konferensi ini memungkinkan keikutsertaan dari guru-guru di seluruh Indonesia. Banyak peserta mengungkapkan apresiasi atas materi yang disampaikan, serta berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara rutin.
Salah satu peserta, Ibu Sinta, guru SMP dari Kabupaten Banyumas mengatakan, “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang bagaimana koding dan AI bisa dimasukkan dalam pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Saya jadi semangat untuk belajar lebih lanjut dan menerapkannya di sekolah.”
Harapan ke Depan
Dengan suksesnya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak guru yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menginspirasi siswa untuk menjadi kreator teknologi, bukan sekadar pengguna. APKS PGRI Jawa Tengah juga berencana mengembangkan program lanjutan yang fokus pada proyek-proyek berbasis teknologi dan integrasi AI dalam kurikulum Merdeka .
Melalui langkah konkret seperti ini, dunia pendidikan Indonesia semakin mendekatkan diri pada cita-cita besar: menciptakan generasi masa depan yang unggul, adaptif, dan inovatif.

0 Komentar