30 Januari
2025 APKS PGRI Jawa Tengah mengadakan pertemuan virtual yang ketiga pada
Pelatihan Pendekatan Deep Learning untuk Pembelajaran yang Berkualitas dan Bermakna melalui platform Zoom dan Youtube.
Pelatihan dibuka oleh Eka Yudha selaku moderator dan penyampaian materi oleh
Slamet Hari Pambudi selaku narasumber. Sebelum memasuki paparan, Slamet
mengulas kembali tentang pendekatan deep learning dan dimensi lulusan yang
sudah dipaparkan pada pertemuan sebelumnya.
Dimensi
kolaborasi menurut Slamet sangat penting ditanamkan pada murid. Aspek dimensi kolaborasi
terdiri dari kerja sama tim, komunikasi efektif, empati dan toleransi, serta
berbagi tanggung jawab. Aspek kerja sama tim dibutuhkan murid dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi di kehidupan sehari-hari. Komunikasi efektif juga sangat penting bagi murid untuk bisa menyampaikan ide, gagasan, pendapat kepada orang lain. Rasa empati dan toleransi perlu dimiliki murid agar mampu berempati dan menghargai keberagamaman yang ada. Serta berbagi tanggung jawab merupakan bagian penting dalam kerja sama tim untuk berbagi tugas dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Guru juga memiliki peran dalam mendorong kolaborasi murid
yaitu untuk memfasilitasi, memotivasi dan mengevaluasi. Beliau juga memberikan
contoh praktik pembelajaran dengan menerapkan kegiatan kolaborasi.
Dimensi kemandirian juga penting untuk dimiliki oleh murid. Dalam dimensi ini memiliki beberapa aspek yaitu kesadaran diri dan regulasi diri, motivasi intrinsik, tanggung jawab dan disiplin. Kesadaran diri dan regulasi diri perlu dimiliki murid dalam menumbuhkan dimensi kemandirian. Selain itu, untuk diperlukan motivasi intrinsik atau motivisi yang berasal dari diri murid itu sendiri. Yang tidak kalah penting adanya tanggung jawab dan disiplin dalam diri murid untuk bisa menumbuhkan kemandirian. Dengan kemandirian, murid akan mampu memecahkan masalah dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab dengan apa yang mereka hadapi. Slamet juga memberikan contoh praktik penerapan dimensi kemandirian dalam pembelajaran.
Dimensi kesehatan terdiri dari beberapa aspek yaitu kesehatan fisik, mental dan sosial. Kesehatan fisik meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta kebersihan dan sanitasi pribadi. Menurut Slamet, penerapan kesehatan fisik ini juga dapat diimplementasikan melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digaungkan oleh pemerintah. Kesehatan mental mencakup kemampuan mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun rasa percaya diri dan motivasi. Kesehatan mental perlu dimiliki murid agar kondisi kejiwaannya selalu stabil dan tidak terganggu. Murid yang sehat secara mental akan mampu berpikir secara positif, mengatasi stress, dan memiliki daya juang yang tinggi untuk mencapai tujuan. Dimensi kesehatan sosial mencakup kemampuan bersosialisasi, bekerja sama dan membangun hubungan positif dengan orang lain. Slamet juga memberikan praktik pembelajaran dengan mengimplementasikan dimensi kesehatan.
Dimensi komunikasi sangat penting bagi murid, karena berkaitan langsung dengan kemampuan murid dalam menyampaikan ide, berpikir kritis, dan bekerja sama dengan orang lain. Slamet juga memberikan contoh implementasi dimensi komunikasi melalui skenario pembelajaran yang sudah dibuatnya. Dengan keempat dimensi tersebut, diharapkan murid mampu memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
Pertemuan daring ketiga pun berlangsung secara interaktif dengan dibukanya sesi tanya jawab yang dipandu oleh Eka Yudha. Audiens sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu audiens dari Rembang yaitu Ngadiyono yang juga selaku pengurus APKS PGRI Kabupaten Rembang menanyakan tentang penerapan 8 dimensi lulusan dalam pembelajaran. Slamet pun menjawab bahwa untuk saat ini implementasi 8 dimensi lulusan masih menunggu juknis resmi dari Kemendikdasmen. Namun beliau memberikan contoh bahwa penerapan 8 dimensi lulusan pembelajaran mendalam bisa dilaksanakan secara terintegrasi ke dalam pembelajaran intrakurikuler.
Di akhir pertemuan, Slamet juga mengingatkan peserta untuk jangan lupa mengerjakan penugasan yang ada dalam google classroom dan jika ada hal yang perlu didiskusikan bisa melalui grup Whatsapp yang sudah disediakan oleh panitia. (EYA)
#APKS
#PGRIJateng
#DeepLearning

0 Komentar